Kamis, 28 Mei 2020

Pengantar

Blog ini dibuat sekaligus sebagai catatan perjalanan saya bertanam  sayuran, buah dan bumbu di rumah. Ketertarikan untuk serius bertanam dimulai sejak mengikuti workshop yang diselenggarakan alumni ITB, Bapak Soeparwan dari FAM Organic tanggal 9 Oktober 2014. 

Rencananya saya akan bertanam di dak atas yang biasa hanya digunakan untuk mencuci dan menjemur pakaian. Ada space cukup besar di sana, berbentuk L sekitar 30 m2. Suami membuatkan rak dari baja ringan sehingga bisa bertanam bertingkat. Tapi saat itu saya sungguh sangat pemula, saya mencoba menggunakan talang air dari PVC sebagai pot utk menanam sayuran. Waktu  itu saya menanam kangkung, bayam dan selada. Tidak sabar mengikuti arahan dari workshop, saya menebar benih2 di 'lahan' saya. Masih terbuka tanpa atap penutup, waktu hujan besar tanahnya tergenang dan sebagian terbawa keluar di 'selokan' akibatnya benihnya berantakan, tetapi bersemi dan berkembang. Hanya saja setelah 2 minggu, pertumbuhannya seperti terhenti. Saat itu saya hanya mendiamkan, berpikir mungkin memang seperti itu. Tetapi setelah ngobrol dengan teman yang biasa bercocok tanam, rupanya lahan saya mesti diberi tambahan pupuk, tidak bisa mengandalkan media tanam yang sudah jadi. Saya segera memberi tambahan pupuk, memang langsung subur kembali. Saatnya panen ... dengan semangat saya memetik kangkung dan segera memasaknya, tapi apa yang terjadi ... kangkungnya keras sekali! Mungkin usia kangkung itu sudah terlalu tua hehehe ... dan saya patah hati. lahan terbengkalai bertahun-tahun.

Akhirnya, blessing in disguise, saat ada pandemi corona, kita mesti #dirumahaja, saya membereskan lahan tersebut, dan mencoba memulai bertanam lagi.
Kali ini saya memakai pot-pot kecil di dalam talang air itu, agar tanah-tanah tidak berhamburan lagi seperti sebelumnya. Benih juga disemai dahulu di kotak-kotak tertutup yang diberi tisu basah yang sudah kering (bingung ya?) dicuci dulu sebelumnya, benih ditebar di atas tisu yang dilembabkan dengan air. Setelah keluar akarnya dipindah ke tray semai. Setelah keluar empat lembar daun sejati (hasil browsing hehehe ..) bibit itu dipindah ke pot-pot dan diletakkan di rak. Bayi-bayi ini masih saya letakkan di rak tanam yang berada di bawah atap, sehingga tidak langsung terkena hujan dan panas yang terlalu terik.

Semoga bisa lancar ....




Tidak ada komentar:

Posting Komentar