Kamis, 28 Mei 2020

Filosofi


Sebelum memulai, tentu saja kita harus mempunyai pijakan yang jelas.

Pada saat ada undangan untuk mengikuti workshop berbisnis organik 9 Oktober 2014, saya ingin tahu, walaupun saya sendiri merasa tidak berbakat untuk bertanam, Hal yang menarik dari workshop itu adalah paparan Pak Soeparwan antara lain fokusnya pada keluarga, unit terkecil di masyarakat. Bagaimana keluarga ini menjadi sehat makanan dan lingkungan. Salah satu prinsip yang dikembangkan adalah sustainability. Salah satu bentuknya adalah  memakai limbah rumah tangga sebagai bahan baku kompos. Dari tingkat rumah tangga, sampah diminimalkan. Juga memanfaatkan lahan sesempit apapun. Pemilihan metode organik juga karena kembali ke alam, menggunakan hanya produk alami saja untuk menumbuh kembangkan tanaman, tidak menggunakan produk kimiawi.

Setahun setelah itu Paus Fransiskus mengeluarkan ensiklik Laudato Si mengenai keprihatinan Bapa Paus tentang situasi bumi dan dunia saat ini. Bapa Paus mengajak kita untuk memelihara bumi sebagai rumah kita bersama. Ringkasan ensiklik ini telah dibuat oleh Komisi Kateketik KWI dapat di baca di sini. Hal ini makin memantapkan saya untuk memilih menanam secara organik dan memulai dari rumah sendiri. Tetapi kesibukan saya mengakibatkan belum juga bergerak kembali untuk bertanam organik ini.

Pada bulan Mei 2020 secara khusus diadakan renungan ensiklik Laudato Si dalam doa Rosario di bulan ini. Maka timbullah semangat saya untuk secara serius bertanam organik demi ketahanan pangan keluarga dan sekitar. Sebelumnya saya sudah membersihkan lahan sejak adanya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) atau himbauan #dirumahsaja. Jadi mulai 1 Mei sayapun mengumpulkan peralatan dan benih-benih yang sudah ada, dan memulai dengan menyemai dahulu.

Saya diingatkan juga oleh Bapak Sugeng Priyadi di web nya (klik di sini), ketika saya mencari-cari info cara menanam sayuran. Tuhanlah Sang Pemilik Kehidupan, Pencipta Alam Semesta, maka kepadaNya hendaknya kita memohon kesuburan bagi tanaman-tanaman yang kita tanam.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar