Ketika memulai, saya mempersiapkan :
- benih tanaman
- kotak penyemaian (dari biji sampai keluar akar atau istilahnya sprout)
- tisu basah tidak terpakai, baru tetapi mengering, dicuci bersih dan dibiarkan dalam keadaan lembab
- penutup persemaian (saya menggunakan kantong sampah hitam)
- pinset
- spray
- tray semai (untuk meletakkan sprout sampai keluar daun sejati)
- pot tanaman
- media tanam
- pupuk
Saya sudah memiliki biit-bibit sejak beberapa waktu lalu. Sebagian sudah espired, tapi karena masih 2019, saya mencoba untuk menanamnya daripada terbuang. Untuk bibit yang sejak 2014, saya coba sudah tidak bisa sprout lagi, jadi terpaksa dibuang.
Untuk berikutnya saya coba membuat tulisan per bibit yang ditanam.
Secara umum, bibit yang saya miliki, langsung saya letakkan di atas tisu. Sebaiknya dilakukan physical distancing antar bibit hehehe ... jika tidak akan mengalami kerepotan saat memindahkan ke tray semai.
Setelah biji terbuka dan keluar akar, lebih baik segera dipindah ke tray, jika tidak, akar tersebut terlalu jauh masuk ke sela-sela tisu membuat sulit untuk menariknya tanpa beresiko putus akarnya.
Bibit yang baru disemai ini sebaiknya disimpan dalam keadaan lembab dan gelap. Bibit akan keluar akar dalam beberapa hari tergantung jenisnya. Saya biasa menengoknya setiap hari, sehingga setiap sprout baru dapat segera dipindah ke tray semai.
selama bibit di tray semai, saya hanya memastikan bahwa bibit tersebut dalam keadaan cukup irair. Jika panas terik, saya menyiram menggunakan spray dua -tiga kali sehari. Setelah keluar daun sejati 3-4 lembar, saya memindahkan ke pot atau gelas plastik jika saya berencana menanamnya di tanah langsung kelak.