Kamis, 28 Mei 2020

Selada


Saya menggunakan bibit eceran di toko pertanian
Mulai disemai Senin 25 Mei 2020 dalam dua hari sudah keluar sprout dan dipindah ke gelas puding karena tray penuh semua. Toko-toko tutup libur Lebaran, jadi tidak bisa membeli tray baru.

Saya membeli online cukup banyak benih selada dari petanirumahan.com,yaitu :

  1. Lettuce Lollorossa
  2. Head Lettuce 'Georgia 953'
  3. Selada Hijau 'Matt Green'
  4. Selada Chris Green
  5. Selada Red Romaine
  6. Selada 'Olivia Green'
  7. Selada Green Romain
  8. Selada Merah Ava Red
  9. Selada Olga Red
  10. Selada 'Kayla Red'
  11. Selada Salad Bowl
  12. Selada Hijau Hibrida L90-141
  13. Selada Merah 'Red Rapid'
  14. Selada Hijau NGR
  15. Selada Siomak

Kailan

Saya menggunakan bibit eceran di toko pertanian
Mulai disemai Senin 25 Mei 2020 dalam dua hari sudah keluar sprout dan dipindah ke gelas puding karena tray penuh semua. Toko-toko tutup libur Lebaran, jadi tidak bisa membeli tray baru.

Pada penanaman sesi pertama saya tidak punya catatan yang baik saat pemindahan ke tray maupun ke pot/polybag. Saya belum bisa membedakan tanaman yang ada antara kailan, kale, terong, selada, sawi dan caisim, sehingga sementara masih  dikelompokan pada tanaman belum teridentifikasi hehehe ... maka saya melakukan penyemaian kedua pada Kamis 18 Juni 2020. Kali ini mencoba untuk lebih tercatat.

Tomat

Pertama kali saya menggunakan bibit eceran dari toko pertanian
Mulai disemai Senin 25 Mei 2020 dalam dua hari sudah keluar sprout dan dipindah ke gelas puding karena tray penuh semua. Toko-toko tutup libur Lebaran, jadi tidak bisa membeli tray baru.


Kemudian saya membeli juga tomat di toko pertanian, keluaran Mr. Fothergill's 


Kemudian saya juga membeli beberapa benih dari petanirumahan.com. Jenis yang saya beli adalah :
  1. Tomat Sayur
  2. Tomat Cherry Merah Ruby
  3. Tomat Cherry Jingga 'Golden Gem'

Oyong Azura F1


Saya menggunakan bibit East West Seed Cap Panah Merah

Oyong merupakan jenis tanaman sayuran yang berasal dari suku Cucurbitaceae atau suku labu-labuan. Tanaman dengan nama ilmiah Luffa acutangula ini merupakan tanaman yang tumbuh merambat. Oyong memiliki manfaat yang baik bagi tubuh. Dalam 100 gram oyong terdapat sekitar 1.09 gram protein, 17 mg calcium, 1.6 mg iron, 5.6 IU vitamin A, serta 7 mg vitamin C. Karena kandungan tersebut oyong dipercaya dapat menurunkan kadar gula dalam darah, membantu menyembuhkan asma, dan masih banyak lagi manfaat lainnya.

Untuk menanam oyong di dalam pot tentunya berbeda dengan cara menanam oyong di lahan terbuka seperti kebun ataupun pekarangan. Berikut langkah-langkah persiapannya:

  • Sediakan pot dengan ukuran diameter kurang lebih 20-30 cm.
  • Campurkan tanah humus dengan pupuk organik dan sekam dengan perbandingan 2:1:1, Sebisa mungkin hindari penggunaan pupuk kimia.
  • Isi pot dengan tanah campuran hingga hampir memenuhi media tanam pot.
  • Buatlah lubang tanam kecil pada setiap pot, dan isi benih ke dalam lubang tanam maksimal 2 biji per pot.
  • Tutup lubang dengan campuran tanah dan semprotkan air menggunakan alat spray.
  • Usahakan tanah lembab namun tidak basah dan menggenang.
  • Biarkan tunas tumbuh dan jangan lupa menancapkan kayu atau tiang setinggi 1-2 meter pada pot dan tempat merambat.

Agar oyong dapat berbuah dengan subur dan memiliki kualitas yang baik, maka harus dilakukan perawatan yang benar. 

  • Penyiraman harus dilakukan paling banyak 2 kali sehari pada siang dan malam.
  • Harus dilakukan pemupukan lanjutan dengan membuat lubang kecil pada tanah pot sedalam 2-3 cm dan isi dengan pupuk kompos atau kandang.
  • Lakukan penyiangan dan pemupukan secara rutin setiap 2-3 minggu sekali.
  • Jika oyong sudah berbuah, Kita bisa membungkusnya dengan plastik berukuran panjang agar tidak mengganggu bentuk buah.

Untuk memanen oyong kita harus tahu dulu apakah tanaman oyong sudah siap panen atau belum. Cirinya adalah oyong berwarna hijau tua dengan tekstur padat dan kulit buah halus. Oyong baru dapat dipanen kurang lebih sekitar 45 hari setelah masa tanam.
Panen oyong menggunakan gunting dan pisau atau bisa langsung dipetik. Jika langsung dipetik hati-hati agar tekstur buah tidak rusak. 

Sumber : baktikunegeriku.com

Kubis



Saya menggunakan bibit East West Seed Cap Panah Merah

Saya membeli benih dari petanirumahan.com, jenisnya adalah kubis merah Scarlet.

Bunga Kol Mona F1


Saya menggunakan bibit East West Seed Cap Panah Merah

Kale




Saya menggunakan bibit Mr Fothergill's

Minggu 21 Juni 2020 saya mencoba menyemai beberapa jenis kale yang saya beli dari petanirumahan.com, Ada 4 jenis yang saya coba, yaitu :

  1. Kale Siberian Dwarf
  2. Kale Red Rusian
  3. Kale Green Dwarf Curly
  4. Kale Nero/Lacinato

Cabai Keriting Kastilo F1


Saya menggunakan bibit East West Seed Cap Panah Merah

Bawang Merah Tuk Tuk


Saya menggunakan bibit East West Seed Cap Panah Merah,
Pada penanaman sesi pertama saya tidak punya catatan yang baik saat pemindahan ke tray maupun ke pot/polybag. Saya tidak menemukan tanaman yang diperkirakan adalah bawang merah ini, entah memang tidak tumbuh atau sudah  lenyap diduga dimakan tikus. Maka saya melakukan penyemaian kedua pada Kamis 18 Juni 2020. Kali ini mencoba untuk lebih tercatat.

Terong Mustang F1


Saya menggunakan bibit East West Seed Cap Panah Merah

Buncis Perkasa



Saya menggunakan bibit East West Seed Cap Panah Merah


Buncis dikenal dengan kandungan vitamin dan proteinnya yang tinggi. Selain itu, buncis juga tergolong sayuran yang memiliki kandungan air yang cukup tinggi dibandingkan sayuran lain. Secara spesifik, kandungan gizi yang terdapat dalam buncis adalah vitamin C, A, K, B, serat, zat besi, stigmasterol, sitisterol, asam folat, pitosterol, dan lain-lain. Hal inilah yang mengindikasikan bahwa buncis memiliki beragam manfaat bagi kesehatan tubuh apabila dikonsumsi. Beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari buncis adalah sebagai berikut:

  • Mengatasi gejala diabetes dengan meningkatkan produksi insulin dalam tubuh
  • Menurunkan kadar kolesterol dalam darah
  • Membantu mengatasi sembelit
  • Membantu mengatasi obesitas
  • Melancarkan ASI untuk ibu hamil
  • Meningkatkan aktivitas dan massa tulang
sumber : ilmubudidaya.com

Sekitar 2 minggu setelah tanam, naikkan tanah yang berada disekeliling tanaman. Maksudnya agar tanah menutupi akar yang menyembul dan memperkuat kedudukan akar. Selain itu, penaikan tanah dimaksudkan untuk menyiangi tanaman penggangu. Dengan penaikan tanah, tanaman pengganggu akan tercerabut dari akarnya dan mati.

Pemasangan lenjer bambu atau pengajiran bisa dilakukan setelah minggu ke-2. Pasang lenjer bambu sepanjang 2 meter, lalu gabungkan setiap empat lenjer pada pangkal atasnya. Pemasangan lenjer diperlukan agar tanaman merambat naik dan buah tidak mengenai tanah.

Pemupukan susulan diberikan pada minggu ke-3. Berikan satu kepal kompos atau pupuk kandang yang telah matang pada setiap tanaman. 

Hama yang ditemui dalam budidaya buncis antara lain kumbang pemotong daun yang merusak jaringan pengangkut. Kumbang ini menyebabkan tanaman kering dan gagal berbunga. Untuk mengusirnya bisa dengan pemberian biopestisida dari ekstrak bush gadung dan kipait. Namun biasanya penanganan dengan pestisida hayati tidak berlangsung lama. Oleh karenanya penanganan secara manual malah lebih efektif. Pengambilan kumbang secara manual masih mungkin dilakukan. 

Beberapa hama lain yang sering menyerang buncis adalah lalat kacang, kutu daun, ulat grayak , penggerek biji dan ulat bunga. Pengendaliannya dengan menerapkan kultur teknis seperti merotasi tanaman, penanaman serempak, membersihkan dan memusnahkan sisa-sisa tanaman tempat persembunyian hama. Selain hama, penyakit yang sering menyerang buncis antara lain penyakit mosaik daun, penyakit sapu, layu bakteri, antraknosa dan embun tepung. Cara pencegahannya adalah dengan perbaikan drainase dan mencabut tanaman yang mati. Pememakaian benih yang benar-benar bebas dari penyakit akan menghindarkan serangan di kemudian hari. Selain itu lakukan rotasi tanaman dengan tanaman lobak, wortel atau kol bunga. Apabila terpaksa, lakukan penyemprotan pestisida hayati.

Buncis mulai berbunga pada 40 hari setelah tanam. Pada umur 50 hari, buncis sudah bisa dipanen. Buncis bisa dipanen 2 hari sekali dengan cara dipotong. Pemotongan harus dilakukan dengan hati-hati supaya bunga tidak jatuh. 

sumber : alamtani.com


Cabai Rawit Pelita F1

Saya menggunakan bibit East West Seed Cap Panah Merah


Semangka Possa F1



Saya menggunakan bibit East West Seed Cap Panah Merah

Tutorial menanam semangka bisa dilihat pada video-video berikut ini :

Mentimun Baby 007 F1

Saya menggunakan bibit East West Seed Cap Panah Merah


Sawi Putih Dakota

Saya menggunakan bibit East West Seed Cap Panah Merah



Pada penanaman sesi pertama saya tidak punya catatan yang baik saat pemindahan ke tray maupun ke pot/polybag. Saya belum bisa membedakan tanaman yang ada antara kailan, kale, terong, selada, sawi dan caisim, sehingga sementara masih  dikelompokan pada tanaman belum teridentifikasi hehehe ... maka saya melakukan penyemaian kedua pada Kamis 18 Juni 2020. Kali ini mencoba untuk lebih tercatat.

Caisim Shinta



Saya menggunakan bibit East West Seed Cap Panah Merah
Mulai disemai tanggal 3 Mei 2020, saya tidak mencatat kapan dipindahkan ke tray semai dan lalu dipindahkan ke pot. Tapi inilah  foto di tanggal 28 Mei 2020




Pada penanaman sesi pertama saya tidak punya catatan yang baik saat pemindahan ke tray maupun ke pot/polybag. Saya belum bisa membedakan tanaman yang ada antara kailan, kale, terong, selada, sawi dan caisim, sehingga sementara masih  dikelompokan pada tanaman belum teridentifikasi hehehe ... 
Sebagian besar tanaman caisim, setidaknya yang ada pada foto-foto di atas sudah lenyap diduga dimakan tikus, maka saya melakukan penyemaian kedua pada Kamis 18 Juni 2020. Kali ini mencoba untuk lebih tercatat.

Langkah awal

Ketika memulai, saya mempersiapkan :
  1. benih tanaman
  2. kotak penyemaian (dari biji sampai keluar akar atau istilahnya sprout)
  3. tisu basah tidak terpakai, baru tetapi mengering, dicuci bersih dan dibiarkan dalam keadaan lembab
  4. penutup persemaian (saya menggunakan kantong sampah hitam)
  5. pinset
  6. spray
  7. tray semai (untuk meletakkan sprout sampai keluar daun sejati)
  8. pot tanaman
  9. media tanam
  10. pupuk
Saya sudah memiliki biit-bibit sejak beberapa waktu lalu. Sebagian sudah espired, tapi karena masih 2019, saya mencoba untuk menanamnya daripada terbuang. Untuk bibit yang sejak 2014, saya coba sudah tidak bisa sprout lagi, jadi terpaksa dibuang.
Untuk berikutnya saya coba membuat tulisan per bibit yang ditanam.

Secara umum, bibit yang saya miliki, langsung saya letakkan di atas tisu. Sebaiknya dilakukan physical distancing antar bibit hehehe ... jika tidak akan mengalami kerepotan saat memindahkan ke tray semai.
Setelah biji terbuka dan keluar akar, lebih baik segera dipindah ke tray, jika tidak, akar tersebut terlalu jauh masuk ke sela-sela tisu membuat sulit untuk menariknya tanpa beresiko putus akarnya.
Bibit yang baru disemai ini sebaiknya disimpan dalam keadaan lembab dan gelap. Bibit akan keluar akar dalam beberapa hari tergantung jenisnya. Saya biasa menengoknya setiap hari, sehingga setiap sprout baru dapat segera dipindah ke tray semai.

selama bibit di tray semai, saya hanya memastikan bahwa bibit tersebut dalam keadaan cukup irair. Jika panas terik, saya menyiram menggunakan spray dua -tiga kali sehari. Setelah keluar daun sejati 3-4 lembar, saya memindahkan ke pot atau gelas plastik jika saya berencana menanamnya di tanah langsung kelak.









Filosofi


Sebelum memulai, tentu saja kita harus mempunyai pijakan yang jelas.

Pada saat ada undangan untuk mengikuti workshop berbisnis organik 9 Oktober 2014, saya ingin tahu, walaupun saya sendiri merasa tidak berbakat untuk bertanam, Hal yang menarik dari workshop itu adalah paparan Pak Soeparwan antara lain fokusnya pada keluarga, unit terkecil di masyarakat. Bagaimana keluarga ini menjadi sehat makanan dan lingkungan. Salah satu prinsip yang dikembangkan adalah sustainability. Salah satu bentuknya adalah  memakai limbah rumah tangga sebagai bahan baku kompos. Dari tingkat rumah tangga, sampah diminimalkan. Juga memanfaatkan lahan sesempit apapun. Pemilihan metode organik juga karena kembali ke alam, menggunakan hanya produk alami saja untuk menumbuh kembangkan tanaman, tidak menggunakan produk kimiawi.

Setahun setelah itu Paus Fransiskus mengeluarkan ensiklik Laudato Si mengenai keprihatinan Bapa Paus tentang situasi bumi dan dunia saat ini. Bapa Paus mengajak kita untuk memelihara bumi sebagai rumah kita bersama. Ringkasan ensiklik ini telah dibuat oleh Komisi Kateketik KWI dapat di baca di sini. Hal ini makin memantapkan saya untuk memilih menanam secara organik dan memulai dari rumah sendiri. Tetapi kesibukan saya mengakibatkan belum juga bergerak kembali untuk bertanam organik ini.

Pada bulan Mei 2020 secara khusus diadakan renungan ensiklik Laudato Si dalam doa Rosario di bulan ini. Maka timbullah semangat saya untuk secara serius bertanam organik demi ketahanan pangan keluarga dan sekitar. Sebelumnya saya sudah membersihkan lahan sejak adanya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) atau himbauan #dirumahsaja. Jadi mulai 1 Mei sayapun mengumpulkan peralatan dan benih-benih yang sudah ada, dan memulai dengan menyemai dahulu.

Saya diingatkan juga oleh Bapak Sugeng Priyadi di web nya (klik di sini), ketika saya mencari-cari info cara menanam sayuran. Tuhanlah Sang Pemilik Kehidupan, Pencipta Alam Semesta, maka kepadaNya hendaknya kita memohon kesuburan bagi tanaman-tanaman yang kita tanam.






Pengantar

Blog ini dibuat sekaligus sebagai catatan perjalanan saya bertanam  sayuran, buah dan bumbu di rumah. Ketertarikan untuk serius bertanam dimulai sejak mengikuti workshop yang diselenggarakan alumni ITB, Bapak Soeparwan dari FAM Organic tanggal 9 Oktober 2014. 

Rencananya saya akan bertanam di dak atas yang biasa hanya digunakan untuk mencuci dan menjemur pakaian. Ada space cukup besar di sana, berbentuk L sekitar 30 m2. Suami membuatkan rak dari baja ringan sehingga bisa bertanam bertingkat. Tapi saat itu saya sungguh sangat pemula, saya mencoba menggunakan talang air dari PVC sebagai pot utk menanam sayuran. Waktu  itu saya menanam kangkung, bayam dan selada. Tidak sabar mengikuti arahan dari workshop, saya menebar benih2 di 'lahan' saya. Masih terbuka tanpa atap penutup, waktu hujan besar tanahnya tergenang dan sebagian terbawa keluar di 'selokan' akibatnya benihnya berantakan, tetapi bersemi dan berkembang. Hanya saja setelah 2 minggu, pertumbuhannya seperti terhenti. Saat itu saya hanya mendiamkan, berpikir mungkin memang seperti itu. Tetapi setelah ngobrol dengan teman yang biasa bercocok tanam, rupanya lahan saya mesti diberi tambahan pupuk, tidak bisa mengandalkan media tanam yang sudah jadi. Saya segera memberi tambahan pupuk, memang langsung subur kembali. Saatnya panen ... dengan semangat saya memetik kangkung dan segera memasaknya, tapi apa yang terjadi ... kangkungnya keras sekali! Mungkin usia kangkung itu sudah terlalu tua hehehe ... dan saya patah hati. lahan terbengkalai bertahun-tahun.

Akhirnya, blessing in disguise, saat ada pandemi corona, kita mesti #dirumahaja, saya membereskan lahan tersebut, dan mencoba memulai bertanam lagi.
Kali ini saya memakai pot-pot kecil di dalam talang air itu, agar tanah-tanah tidak berhamburan lagi seperti sebelumnya. Benih juga disemai dahulu di kotak-kotak tertutup yang diberi tisu basah yang sudah kering (bingung ya?) dicuci dulu sebelumnya, benih ditebar di atas tisu yang dilembabkan dengan air. Setelah keluar akarnya dipindah ke tray semai. Setelah keluar empat lembar daun sejati (hasil browsing hehehe ..) bibit itu dipindah ke pot-pot dan diletakkan di rak. Bayi-bayi ini masih saya letakkan di rak tanam yang berada di bawah atap, sehingga tidak langsung terkena hujan dan panas yang terlalu terik.

Semoga bisa lancar ....