Kamis, 28 Mei 2020

Buncis Perkasa



Saya menggunakan bibit East West Seed Cap Panah Merah


Buncis dikenal dengan kandungan vitamin dan proteinnya yang tinggi. Selain itu, buncis juga tergolong sayuran yang memiliki kandungan air yang cukup tinggi dibandingkan sayuran lain. Secara spesifik, kandungan gizi yang terdapat dalam buncis adalah vitamin C, A, K, B, serat, zat besi, stigmasterol, sitisterol, asam folat, pitosterol, dan lain-lain. Hal inilah yang mengindikasikan bahwa buncis memiliki beragam manfaat bagi kesehatan tubuh apabila dikonsumsi. Beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari buncis adalah sebagai berikut:

  • Mengatasi gejala diabetes dengan meningkatkan produksi insulin dalam tubuh
  • Menurunkan kadar kolesterol dalam darah
  • Membantu mengatasi sembelit
  • Membantu mengatasi obesitas
  • Melancarkan ASI untuk ibu hamil
  • Meningkatkan aktivitas dan massa tulang
sumber : ilmubudidaya.com

Sekitar 2 minggu setelah tanam, naikkan tanah yang berada disekeliling tanaman. Maksudnya agar tanah menutupi akar yang menyembul dan memperkuat kedudukan akar. Selain itu, penaikan tanah dimaksudkan untuk menyiangi tanaman penggangu. Dengan penaikan tanah, tanaman pengganggu akan tercerabut dari akarnya dan mati.

Pemasangan lenjer bambu atau pengajiran bisa dilakukan setelah minggu ke-2. Pasang lenjer bambu sepanjang 2 meter, lalu gabungkan setiap empat lenjer pada pangkal atasnya. Pemasangan lenjer diperlukan agar tanaman merambat naik dan buah tidak mengenai tanah.

Pemupukan susulan diberikan pada minggu ke-3. Berikan satu kepal kompos atau pupuk kandang yang telah matang pada setiap tanaman. 

Hama yang ditemui dalam budidaya buncis antara lain kumbang pemotong daun yang merusak jaringan pengangkut. Kumbang ini menyebabkan tanaman kering dan gagal berbunga. Untuk mengusirnya bisa dengan pemberian biopestisida dari ekstrak bush gadung dan kipait. Namun biasanya penanganan dengan pestisida hayati tidak berlangsung lama. Oleh karenanya penanganan secara manual malah lebih efektif. Pengambilan kumbang secara manual masih mungkin dilakukan. 

Beberapa hama lain yang sering menyerang buncis adalah lalat kacang, kutu daun, ulat grayak , penggerek biji dan ulat bunga. Pengendaliannya dengan menerapkan kultur teknis seperti merotasi tanaman, penanaman serempak, membersihkan dan memusnahkan sisa-sisa tanaman tempat persembunyian hama. Selain hama, penyakit yang sering menyerang buncis antara lain penyakit mosaik daun, penyakit sapu, layu bakteri, antraknosa dan embun tepung. Cara pencegahannya adalah dengan perbaikan drainase dan mencabut tanaman yang mati. Pememakaian benih yang benar-benar bebas dari penyakit akan menghindarkan serangan di kemudian hari. Selain itu lakukan rotasi tanaman dengan tanaman lobak, wortel atau kol bunga. Apabila terpaksa, lakukan penyemprotan pestisida hayati.

Buncis mulai berbunga pada 40 hari setelah tanam. Pada umur 50 hari, buncis sudah bisa dipanen. Buncis bisa dipanen 2 hari sekali dengan cara dipotong. Pemotongan harus dilakukan dengan hati-hati supaya bunga tidak jatuh. 

sumber : alamtani.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar